Kamis, 14 Juni 2012

SURAT HITAM


Hai, aku Tara, aku punya sahabat Elis. Aku sama dia sudah satu tahun lebih sahabatan, dan itu kami jalani dengan normal saja. Tapi,suatu hari, entah kenapa dia menghilang begitu saja tanpa ada kabar. Mungkin, aku harus cerita sama kalian semua yang baca cerita ini.
    Saat itu,atau beberapa hari sebelum kita pisah dia mengungkapkan permintaannya yang katanya sudah lama dia nantiin, dan aku ga ngerti sama sekali sama permintaannya, tpi intinya dia minta pergi ke tempat yang belum ada orang yang tahu.
    Sekitar 3 hari setelah itu dia ngilang gitu aja. Aku udah tanya sama keluarganya, tapi ga ada yang mau ngasih tau dia dimana mulai saat itu aku khawatir sama keadaannya dia.aku udah 1 bulan nunggu kabar dari dia,tpi… NIHIL! Ga ada kabar sama sekali tentang dia.
    . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
    Suatu hari, aku buka jendela kamarku, saat itu juga aku ngeliat ada sepucuk surat tergeletak, suratnya berwarna hitam. Karena penasaran, aku mulai membuka dan langsung tercium aroma mawar, aku ambil kertasnya yang juga berwarna hitam, dan isinya..

“ Buat Tara,                     10 Oktober 2010
   
    Hai,sobat..
Kabarku kini baik-baik aja, aku berharap kabarmu juga baik.
Sekarang aku sudah menemukan tempat yang aku inginkan selamanya ini, dan aku merasa nyaman dengan keadaanku sekarang. Maaf kalo aku sekarang ga bisa sama kamu. Aku harap kamu juga bisa menemukan cita-citamu yah.. semoga kita bisa bertemu di tempatku.”

                                  Sobatmu,
                                   Elis
    Saat itu juga aku mulai merasa lega dia mengatakan keadaannya baik-baik saja. Tapi,ada 1 masalah kenapa dia ga cantumin nama kota,dan tanggalnya hari ini 10 Oktober 2010, aku lansung melihat ke kalender bebr hari init pi kapan??
    Setelah aku membolak balikan pikiranku. Aku merasa ada seseorang yang mengintipku dari jendela, langsung saja aku berlari   kearah jendela dan “hei!!.. siapa kau?! Ayo keluar kalo berani!!” tidak ada jawaban... knpa aku merasa itu elis. Kakaku langsung berlari ke kamarku.
“ada apa?” tanyanya “tidak ada apa apa.” Jawabku sambil berusaha nyembunyiin surat tadi “kamu teriak knapa?” tanyanya lagi “ngga apa apa.” Jawabku. Setelah beberapa detik “ ada kabar buruk..” ucap kakakku “apa?” jawabku penasaran ”elis...” ucapnya lagi “elis?? Knapa?? Ada apa dengan elis??” bentakku “ehm... anu.. elis.. sssuddah...ttiadda..” jawabnya “apa?!?! Ga mungkin.. kakak ga usah ngaco yah.. baru aja aku dapet surat dari elis!!.” “ngga aku ga ngaco baru aja ibunya telpon kasih kabar ke aku.”jawabnya. Langsung terlintas di pikiranku, lalu siapa yang mengirim surat ini.. saat itu juga mulai gelap dan gelapp..

1 komentar: