Hai,
aku Tara, aku punya sahabat Elis. Aku sama dia sudah satu tahun lebih
sahabatan, dan itu kami jalani dengan normal saja. Tapi,suatu hari, entah
kenapa dia menghilang begitu saja tanpa ada kabar. Mungkin, aku harus cerita
sama kalian semua yang baca cerita ini.
Saat itu,atau beberapa hari sebelum kita
pisah dia mengungkapkan permintaannya yang katanya sudah lama dia nantiin, dan
aku ga ngerti sama sekali sama permintaannya, tpi intinya dia minta pergi ke
tempat yang belum ada orang yang tahu.
Sekitar 3 hari setelah itu dia ngilang gitu
aja. Aku udah tanya sama keluarganya, tapi ga ada yang mau ngasih tau dia
dimana mulai saat itu aku khawatir sama keadaannya dia.aku udah 1 bulan nunggu
kabar dari dia,tpi… NIHIL! Ga ada kabar sama sekali tentang dia.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Suatu hari, aku buka jendela kamarku, saat
itu juga aku ngeliat ada sepucuk surat tergeletak, suratnya berwarna hitam.
Karena penasaran, aku mulai membuka dan langsung tercium aroma mawar, aku ambil
kertasnya yang juga berwarna hitam, dan isinya..
“ Buat Tara, 10 Oktober 2010
Hai,sobat..
Kabarku
kini baik-baik aja, aku berharap kabarmu juga baik.
Sekarang
aku sudah menemukan tempat yang aku inginkan selamanya ini, dan aku merasa
nyaman dengan keadaanku sekarang. Maaf kalo aku sekarang ga bisa sama kamu. Aku
harap kamu juga bisa menemukan cita-citamu yah.. semoga kita bisa bertemu di
tempatku.”
Sobatmu,
Elis
Saat
itu juga aku mulai merasa lega dia mengatakan keadaannya baik-baik saja.
Tapi,ada 1 masalah kenapa dia ga cantumin nama kota,dan tanggalnya hari ini 10
Oktober 2010, aku lansung melihat ke kalender bebr hari init pi kapan??
Setelah
aku membolak balikan pikiranku. Aku merasa ada seseorang yang mengintipku dari
jendela, langsung saja aku berlari kearah
jendela dan “hei!!.. siapa kau?! Ayo keluar kalo berani!!” tidak ada jawaban...
knpa aku merasa itu elis. Kakaku langsung berlari ke kamarku.
“ada apa?” tanyanya “tidak ada apa apa.” Jawabku
sambil berusaha nyembunyiin surat tadi “kamu teriak knapa?” tanyanya lagi “ngga
apa apa.” Jawabku. Setelah beberapa detik “ ada kabar buruk..” ucap kakakku “apa?”
jawabku penasaran ”elis...” ucapnya lagi “elis?? Knapa?? Ada apa dengan elis??”
bentakku “ehm... anu.. elis.. sssuddah...ttiadda..” jawabnya “apa?!?! Ga mungkin..
kakak ga usah ngaco yah.. baru aja aku dapet surat dari elis!!.” “ngga aku ga
ngaco baru aja ibunya telpon kasih kabar ke aku.”jawabnya. Langsung terlintas
di pikiranku, lalu siapa yang mengirim surat ini.. saat itu juga mulai gelap
dan gelapp..
merindiing banget bacanya...
BalasHapus